Showing posts with label Save Energy. Show all posts
Showing posts with label Save Energy. Show all posts

Tuesday, November 10, 2015

Mengapa Pilih Lampu LED untuk Rumah Anda?

Source: http://www.kenlauher.com
Wacana kenaikan tarif listrik untuk tahun depan bisa jadi merupakan sebuah wakeup call buat kita semua untuk mulai memilih alternatif pemakaian listrik yang hemat biaya. Pengeluaran lain saja sudah cukup mencekik, kini ditambah dengan kenaikan pengeluaran listrik yang hampir selalu digunakan di era modern ini.
Sudah saatnya untuk beralih menggunakan lampu LED sebagai sumber penerangan di rumah Anda. Mengapa lampu LED? Berikut ini sedikit cuplikan dari website kami mengenai keuntungan pemakaian lampu LED:
It has several advantages over conventional lighting including low maintenance, energy efficiency, easy installation and wide choice. LED lighting saves energy, saves money, and creates beautifully lit spaces. It is extremely cost effective, and can make a genuine significant difference to your energy bills.
Hmm... menarik ya? Untuk lebih jelasnya, silahkan baca lebih dalam lagi di paragraf selanjutnya.
LED LIGHT SERIES 7W | 7W = 60W. For 15.000 hours.
Lampu LED memiliki beberapa keunggulan yang tentu akan sangat menguntungkan meski bagi pemakaian rumah tangga biasa.
  1. Umur penggunaannya sangat lama. Lampu LED cenderung bertahan dalam waktu yang cukup lama, mampu mencapai 15 tahun. Jadi tidak perlu sering-sering mengganti bohlam lampu di rumah Anda.
  2. Hemat energi hingga 80-90%. Karena penggunaan daya yang cenderung lebih efisien dan tegangan listrik yang lebih rendah, maka pengeluaran tagihan listrik bulanan Anda pun jadi lebih ringan.
  3. Lampu LED tidak menghasilkan panas. Cahaya yang dipancarkan heat free alias tidak membuat ruangan menjadi lebih hangat. Selain itu, cahaya yang dihasilkan juga tidak mengandung sinar UV sehingga cenderung aman untuk kulit kita.
  4. Memiliki cahaya yang konstan. Dibanding lampu jenis lain yang akan menurun intensitasnya seiring usia, cahaya yang dihasilkan lampu jenis ini cenderung stabil.
  5. Lampu LED bebas merkuri. Sehingga aman digunakan dan tentu saja ramah lingkungan. 
  6. Terbuat dari bahan yang tahan lama. Bahan atau material pembuat lampu ini merupakan bahan plastik/logam yang lebih awet dipakai dalam jangka waktu yang lama. Lebih aman juga karena jadi tidak mudah pecah atau rusak.
Di sisi lain, lampu LED ini juga masih memiliki beberapa kekurangan antara lain:
  1. Harganya masih kurang terjangkau. Kalau untuk pemakaian singkat, lampu jenis ini tentu terlihat sangat mahal. Namun, untuk pemakaian jangka panjang, lampu LED akan sangat hemat dan jadi lebih mudah perawatannya karena jarang sekali diganti.
  2. Resiko model yang kuno. Kini teknologi lampu LED berkembang sangat pesat, dengan beragam warna baru yang terus dikembangkan serta kinerjanya yang terus diperbaiki. Bukan tidak mungkin akan muncul model terkini beberapa bulan ke depan setelah mengeluarkan model terbaru tak jauh sebelumnya ;) Tetapi, bila hal ini tidak menjadi pertimbangan utama Anda, maka lampu yang satu ini akan sangat membantu dalam menurunkan tagihan pengeluaran listrik Anda.


 ***

Bagaimana? Tertarik untuk beralih ke lampu LED? :) Lampu yang lebih ramah lingkungan dan ramah di kantong akan lebih terjangkau untuk pemakaian jangka panjang.

Selain menghemat pengeluaran, Anda juga ikut berperan dalam menyelamatkan kelangsungan bumi kita bagi generasi mendatang :)




Artikel ini dipersembahkan oleh www.gartnerlighting.com

Friday, November 6, 2015

[TIPS] Menghadapi Tarif Listrik Yang Melambung

Source: http://gobankingrates.com/
Anda pasti sudah membaca kabar terbaru mengenai wacana kenaikan tarif listrik di tahun 2016. Tentu bagi pelanggan setia PLN, wajar banyak yang menyuarakan bentuk protesnya karena listrik merupakan sumber daya utama yang kita pakai sehari-hari.

Dengan naiknya tarif listrik, tentu akan ditemui juga harga barang-barang yang ikut meroket. Untuk itu, kita perlu cermat dalam membatasi pengeluaran yang tidak perlu dan memanfaatkan sumber daya yang ada.

Meski keputusan kenaikan tarif listrik masih belum dikeluarkan secara resmi, ada baiknya kita mempersiapkan diri sejak dini. Penggunaan listrik merupakan kebutuhan kita sehari-hari, namun seringnya kita tidak sadar bahwa kebutuhan tersebut bisa diminimalisir hingga ke titik yang diperlukan saja.

Simak tips berikut ini supaya Anda tidak kewalahan ketika tarif listrik naik dan biaya pengeluaran bulanan jadi membengkak:

NYALAKAN LAMPU SEPERLUNYA
Penggunaan lampu ketika malam hari sangat penting bagi sebagian besar dari kita. Namun, tahukah Anda bahwa kita tidak perlu menyalakan semua lampu yang ada di rumah ketika tidak diperlukan. Bahkan ketika malam tiba. Contohnya lampu kamar mandi, hanya nyalakan ketika Anda menggunakan ruangan tersebut. Setelah selesai, matikan kembali lampunya.

Source: http://telegraph.co.uk/
Hal ini juga bisa diterapkan pada ruangan-ruangan lain yang lebih sering kosongnya daripada digunakan oleh anggota keluarga Anda. Dengan demikian, Anda tidak perlu menyalakan banyak lampu, bukan?

Khusus untuk penerangan di luar rumah, seperti di teras atau di taman. Pastikan untuk tidak lupa mematikannya ketika matahari sudah terbit dan nyalakan hanya ketika cahaya di luar benar-benar sudah mulai gelap.


PILIH LAMPU YANG HEMAT ENERGI
Pemilihan lampu yang tepat jugadapat membantu Anda menghemat listrik yang Anda konsumsi setiap harinya. Gunakan lampu yang ramah lingkungan dan tidak boros energi.

Tipe lampu yang bisa Anda gunakan adalah lampu LED. Lampu jenis ini merupakan teknologi terkini yang efisien dalam penggunaan energi dan berkembang dengan sangat pesat. Keunggulan lampu LED ini adalah mampu bertahan lebih lama, lebih awet dan memiliki cahaya yang lebih baik kualitasnya dibanding lampu jenis lain.

LED Light Series 7W

Lampu LED akan menurun kualitasnya ketika bahan pembuatnya mulai menua, namun tentu dalam waktu yang sangat lama. Mengingat lampu ini tidak perlu menghasilkan panas yang berlebihan untuk meningkatkan kecerahannya, sehingga materialnya tidak akan terpapar panas dalam waktu yang lama atau dalam intensitas yang tinggi. Daya tahan produk pun bisa jadi lebih awet.

Apabila menggunakan lampu yang hemat seperti ini untuk keperluan penerangan hunian Anda, tentu akan mengurangi bujet pembelian lampu dalam waktu yang lama. Jadi tidak perlu sering-sering membeli lampu karena daya tahannya lama sekali.


KOMPUTER/LAPTOP DALAM POSISI SLEEP
Daripada shut down dan kemudian menyalakannya lagi tak lama kemudian, sebaiknya posisikan laptop/komputer dalam kondisi sleep ketika akan menggunakannya kembali dalam waktu yang berdekatan.

Source: http://www.tipsnext.com/
Menyalakan kembali dari awal akan lebih banyak membutuhkan tenaga dibanding memulainya dari kondisi sleep. Selain itu, Anda juga tidak perlu lama menunggu komputer/laptop untuk booting karena posisi sleep yang dinonaktifkan akan langsung mengantar Anda ke desktop atau ke halaman terakhir Anda meninggalkannya.


CABUT CHARGER KETIKA BATERAI PENUH
Terus menerus melakukan charging juga akan menurunkan ketahanan gadget Anda. Segera lepas kabel charger perangkat elektronik Anda ketika indikator baterai menunjukkan tanda-tanda penuh.

Source: http://www.pocketmeta.com/
Sebaiknya juga tidak menggunakan gadget ketika posisinya sedang di-charge. Karena baterai akan semakin lama penuhnya dan dapat mengakibatkan gadget Anda menjadi lebih panas. Hal ini dapat berakibat juga pada durability produk elektronik dan baterai Anda khususnya.

Daripada energi yang terbuang sia-sia ketika baterai sudah penuh namun sumber daya terus mengisi, ada baiknya mulai sekarang kita lebih memperhatikan berapa lama waktu yang dibutuhkan baterai perangkat elektonik hingga benar-benar penuh. Dengan demikian, kita bisa mengira-ngira berapa lama proses pengisian daya dan menghindari energi yang terbuang percuma.


NYALAKAN ALAT ELEKTRONIK SEPERLUNYA
TV yang terus menyala di saat si kecil asyik bermain dengan tablet-nya.
AC/Kipas angin menyala tanpa ada seorang pun di ruangan.
Internet di tablet dan smartphone dibiarkan menyala sedangkan Anda browsing melalui komputer.

Apakah yang seperti ini sering terjadi di rumah Anda? Bila ya, sudah saatnya mengubah kebiasaan tersebut.

Source: http://www.techtiptricks.com/
Bayangkan, seberapa besar energi yang terbuang ketika tidak terpakai? Energi yang terbuang di saat kita tidak membutuhkannya tersebut sebenernya bisa dialirkan ke wilayah-wilayah lain di Indonesia yang lebih membutuhkan, bukan? :)

Ajak anggota keluarga untuk mulai menggunakan listrik dengan lebih bijak. Matikan peralatan elektronik yang sudah tidak digunakan. Atau gunakan salah satu saja gadget yang mencakup semuanya, sehingga tidak banyak perangkat yang menyala dan tentu energi yang dibutuhkan juga jadi tidak berlebihan.


***


Bagian terpenting dari semuanya adalah kesadaran kita untuk mulai peduli pada kelangsungan hidup bumi kita. Dengan mulai menghemat energi, kita juga membantu bumi yang kita tinggali ini menjadi lebih baik dan layak ditinggali lebih lama untuk anak cucu kita :)

Untuk saat ini, dengan penghematan konsumsi listrik, setidaknya kita bisa tetap bertahan ketika nanti tarif listrik benar-benar naik dan sudah tidak mendapat subsidi lagi dari pemerintah.

Semoga tips-tips di atas bisa menjadi referensi Anda dalam mempersiapkan diri, sebelum tarif listrik tinggi dan kita tidak bisa mengontrol pengeluaran karena penggunaan daya yang di luar kendali.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya!



Tips ini dipersembahkan oleh www.gartnerlighting.com/.